Pagi ini, aku Patra si-maniac game terbangun lebih awal dari biasanya. Memang disengaja tidur sampai subuh, karena besok kuliah baru dimulai jam 11.30. Setelah semalaman begadang, karena keasikan bermain salah satu game online di sebuah situs jejaring yang sedang hot-hotnya saat ini. Lalu bergegas mandi karena ingin lebih awal berangkat kuliah.

Sesampainya di kampus langsung menuju kelas. Ternyata sudah banyak teman-teman yang datang. Segera aku duduk diantara mereka. Tiba-tiba Prima datang menghampirinya.

“Eh, cobain nih”, kata Prima teman cewek sekelasku sambil menyodorkan sebuah tempat makan. Dia salah satu teman dekatku dikampus.

“Apaan tuh, Ma”, balasku pendek.

“Ya, dibuka ajah. Ibu bawa oleh-oleh dari KL”, ucapnya sambil senyum-senyum gag jelas.

“Sip. Terima kasih ya bilangin ke nyokap”, balasku. Dan dibalas dengan mengangguk oleh Prima.

Kubukalah tutupnya, ternyata isinya coklat-coklat yang beraneka bentuk seperti batu warna-warni dan seperti kelereng susu. Segera kutawarkan teman – teman yang ada dikelas dan tentunya teman-teman yang duduk di dekatku.

Tanpa terasa sambil mengobrol, tangan dan mulutku terus mengambil dan memakan coklat-coklat itu. Ada yang isinya kacang, kelapa dan hanya coklat. Tak tahu kenapa aku ketagihan terus. Ya mungkin terasa nikmat dimulutku. Memang kalau sudah merasa nikmat suka lupa, kalau berlebihan itu tidak baik.

Setelah selesai kuliah aku langsung pamitan dengan kawan-kawanku, mau langsung pulang ke rumah., karena mau melanjutkan lagi bermain game online. Di game itu nampaknya masakan yang aku buat sudah matang. Sesampainya dirumah, aku langsung menyalakan komputer lalu kutinggal mandi. Selesai mandi ketika mau mengambil baju, aku liat badanku di cermin tampak merah-merah dan berbintik-bintik. Aku langsung shock melihat apa yang terjadi di cermin. Aku langsung ingat kalau tadi di kampus makan coklat dari Prima memang terlalu banyak. Dan bersamaan dengan itu mukaku terasa tebal dan kurang enak untuk digerakan. Langsung ku telepon mama untuk dibelikan obat untuk alergi.

“Ma, nanti pulang dari kantor tolong beliin CTM ya. Patra kayanya alergi ni”, kataku. CTM itu obat untuk mengatasi alergi. Kakakku selalu minum itu kalau dia sedang alergi.

“Memang kamu makan apa? Pasti coklat ya? Bandel sih gag inget-inget mama. Ya, nanti mama beliin”, jawab mama dengan nada mengejek.

“Ya, mungkin sih gara-gara itu. Ya udah, tolong ya ma dibeliin obatnya. Hati-hati pulangnya ya”, balasku dengan nada memelas.

Berselang satu setengah jam ketika aku sedang duduk terpaku melihat tubuh penuh bintik- bintik dan berwarna merah, sambil sesekali kudekatkan wajah kedepan cermin. Tiba- tiba terdengar suara.

“Mama pulang! Ini obatnya Patra sayaaaaaaaang. Sini makan dulu, habis itu diminum obatnya”, panggil mamaku itu.

“Iyaaaaaa, Ma”, balasku segera. Langsung ku bangun dari depan cermin lemariku dan segera mendatangi mamaku yang sedang menyiapkan makan malam.

“Mama kan sudah ingatkan. Kalo makan coklat ingat-ingat mama. Jadinya gini kan gara-gara makan sendiri gag bagi-bagi sama mamanya”, ejek mamaku sambil menuangkan nasi ke piringku.

“Iya-iya. Tapi ini bisa cepat hilangkan, Ma? Rasanya udah mulai gatal-gatal nih. Gag enak banget agak perih”, kataku merengek sambil mengusap-usap wajahku sendiri.

“Bisa kok. Ya sudah kamu makan, terus diminum obatnya. Obatnya bikin mengantuk loh. Jadi mudah-mudahan habis kamu terbangun besok, mudah-mudahan sudah sembuh. Kalo masi belum sembuh juga kita ke dokter ya. Ingat langsung tidur, mainnya libur dulu ya”, jelas mama.

“Iya, Ma”, jawabku pendek sambil menyuap makanan ke mulutku.

Apakah setelah bangun dari tidur Patra akan sembuh dari alerginya? Lalu apakah dia menjadi benci sama yang namanya coklat?? Kita lihat cerita selanjutnya..