Setibanya kami kami di mall dengan sedikit basah kuyup dan perut keroncongan, kami langsung menuju restoran Jepang kami langsung memesan dan duduk berkumpul untu bercerita-cerita, karena memang sudah lama hubungan kami bertujuh sedikit renggang karena ada persoalan belakangan ini. Tapi aku berusaha mencairkan suasana menjadi penghubung untuk membuka obrolan dan ternyata berhasil meski awalnya terasa kaku tapi untungnya semua kembali baik. Setelah berlama-lama sekitar 2 jam kami berada disana membahas segala macam obrolan dari masalah kuliah, rencana setelah lulus nanti sampai gosip teman kuliah dan artis, kami pamitan pulang satu sama lain. Memang wanita ada saja yang digosipkan. Aku hanya menumpalinya saja supaya ramai.

Setelah berpisah aku, Prima dan Lusi tidak langsung pulang karena Prima ingin membeli kado untuk cowonya dan kami berdua dimintanya untuk menemaninya. Karena aku dan Lusi pulang bareng,  jadi aku ikut mereka dulu tapi memang pertemanan kami jauh lebih dekat dari teman-teman yang lainnya karena itu kami jadi lebih nyaman untuk jalan bersama. Biasanya kami berempat, karena mau membeli kado, pacarnya Prima, Jebleh panggilannya karena bibirnya yang lebih tebal dari orang kebanyakan jadinya dia tidak ikut.

Setelah mendapatkan kado setelah mencari ke beberapa tempat,  cewek-cewek itu masuk kedalam toko sepatu melihat-lihat sepatu dan sepertinya mau membeli tapi aku malas, jadi tidak masuk, hanya menunggu didepan toko karena asik melihat atraksi barongsai yang masuk ke setiap toko di mall untuk mengambil angpao dari pemilik toko. Ada dua barongsainya, satu berwarna putih dan yang lainnya berwarna merah. Diiringi dengan bunyi gendang dan simbal khas musik pengiring barongsai menjadi ramailah suasana di mall saat itu karena menjadi pusat perhatian para pengunjung mall.

Walaupun diluar toko ramai, dua dara ini tetap asik dengan mencoba-coba sepatu sampai akhirnya Lusi membeli sepasang sepatu hitam dan setelah itu Prima mengajak untuk makan es krim dulu sebagai tanda terima kasihnya sudah ditemani mencari kado. Setelah memesan kami duduk dan bercerita-cerita kembali sambil menikmati es krim sundaes rasa stroberi dan coklat. Di tengah obrolan mukaku terasa tidak enak, dan tiba-tiba Prima melihatku.

“Muka lo kenapa kok kaya jerawatan gitu, bintik-bintik putih semua?” tanya prima sambil berusaha melihat lebih dekat.

“Masa? Pantesan dari tadi udah gag enak. Dan terasa gatel diseluruh badan.”, balasku dengan panik dan meraba mukaku.

“Pucet muka lo tuh. Udah yuk kita pulang ajah. tadi kitra juga hujan-hujan sih sampai di mallnya. Badan lo lagi kurang fit kayanya”, timpal Lusi sabil mengajak pulang.

“Ya udah, yuk pulang aja”, jawabku gusar sambil segera bangun dari tempat duduk itu bergegas keluar mall. Sampai di depan mall aku, Lusi dan Prima hendak berpisah.

“Thank ya. Udah ditemenin. Hati-hati pulangnya ya,”, kata Prima terdengar khawatir melihatku.

“Iya sama-sama. Kita langsung balik ya. Lo juga hati-hati”, balas Lusi dan aku ikut mengangguk. Aku terlihat panic dan badanku tiba-tiba terasa lemas dan berat sejak mendengar ucapan Prima kepadaku tadi yang cukup mengagetkanku mungkin.

Kami berpisah dengan Prima, dan kami langsung naik angkot. Sepanjang perjalanan aku hanya menunduk diam. Aku merasa tidak enak badan. Lusi hanya melihatku khawatir tapi tak berani mengajak bicara. Sampai sebentar lagi aku turun duluan, karena Lusi masih lebih jauh lagi.

“Gw duluan ya. Mau naik ojek aja biar cepet. Lo hati-hati ya”, kataku.

“Iya, lo juga ya. Langsung istirahat ya. Hati-hati”, kata Lusi seraya aku turun dari angkot. Aku langsung naik ojek dan sampai dirumah aku langsung mandi karena sudah tidak betah dan setelah selesai langsung aku rebahkan diriku di tempat tidur.

Sebenarnya apa yang terjadi pada Patra? Apa ini masih kelanjutan dari efek alergi terhadap coklat atau ada yang lain??