Tag Archive: botak


Kebotakan Androgenetica Alopecia adalah penyebab 99% kebotakan kaum Pria, hal ini diakibatkan oleh faktor Hormon, Usia dan Genetik.
Segala macam Shampoo, Hair Tonic, Ginseng, Cream Bath dll gak bakal ada efeknya deh.

Menurut pengamatan para ahli, pria yg dikebiri tidak mungkin mengalami kebotakan ini,
maka ini adalah bukti bahwa Hormon Testosterone adalah faktor yg sangat berperan dalam kebotakan.
(jelas gak ada cowok yg mau dikebiri dong, mendingan botak !)

Menurut Rudy Hadisuwarno,

Kerontokan Rambut adalah hal yang alamiah,
Fase pertumbuhan rambut dibagi menjadi 3 yaitu :
1. Fase pertumbuhan, berlangsung selama 2-4 tahun
2. Fase Pra Kerontokan, Rambut mulai melemah dan menipis, 2 Minggu
3. Fase Rontok, 2-3 Bulan

Fase ini tentunya tidak berlangsung bersamaan, tiap helai memiliki siklus yg berbeda.
Jadi jangan kuatir akan kerontokan, yg penting Rambut masih tumbuh kembali.
Pada mereka yg mengalami kebotakan, Fase Pertumbuhan semakin singkat, tidak cukup untuk mengganti rambut yg rontok.

Finasteride dan Minoksidil membantu Menormalkan Siklus ini.

Penggunaan Finasteride dan Minoksidil harus disertai dengan perubahan pola makan supaya tubuh tidak terlalu banyak mengubah Hormon testosterone menjadi DHT.

Yang harus dijaga adalah gula darah tidak boleh melonjak, jadi jangan makan/minum yg manis2 dan jangan makan karbohidrat sederhana seperti roti.

Selain itu, kadar lemak dalam darah juga harus di kontrol, jangan makan yg terlalu berlemak, supaya kulit kepala tidak terlalu berminyak.

Vitamin dan mineral harus cukup, kalau perlu tambahkan suplemen zinc kedalam diet sehari2.
Tentu saja rokok dan kopi harus dikurangi karena keduanya merusak suply vitamin dalam tubuh.

Pada beberapa Pria, Hormon testosterone ini diubah oleh Enzim 5-alpha reductase menjadi DihidroTestosterone (DHT).
Didalam tubuh, DHT membuat beberapa kerusakan, misalnya pembesaran Prostat dan Kerontokan rambut.
DHT ini bisa diatasi dengan obat antiandrogen.

Saat ini obat Antiandrogen telah ditemukan oleh laboratorium Merk dan diberi nama Finasteride 1mg.

Yg Kedua adalah Minoksidil 5%.
Ini adalah obat untuk menurunkan tekanan darah, tapi menurut penelitian, bila digunakan di kulit di area kebotakan, terbukti bisa menumbuhkan rambut baru.

Yang ketiga adalah Saw Palmetto, ini adalah herbal yg fungsinya tumpang tindih dengan Finasteride, maka gw juga coba, tentunya dengan mengurangi dosis Finasteridenya.

Gw pake tiga macem obat ini, dan ternyata…
sangat berhasil !

Dalam 2 bulan pertama sudah kelihatan tumbuh anak rambut yg halus dan banyak sekali.
Rambut baru itu tumbuh terus, di bulan ke-empat rambut bagian depan gw sudah mulai lebat,

Rambut dibagian atas kepala juga makin lebat, padahal sudah enam tahun lebih sejak pertama mulai kelihatan botak.

Pengobatan ini jauh lebih murah daripada cangkok rambut, untuk tiga macem obat ini gw cuma menghabiskan kira-kira 300-400rb/ bulan.
Obatnya pun mudah didapat, ada disemua apotik besar.
(di apotik kecil gak bakal ada)

Selain itu efek lain dari obat ini adalah menurunkan kadar kolesterol dan menghindarkan gw dari kemungkinan gangguan prostat dikemudian hari.
(50%pria akan mengalami masalah prostat diumur 50an).

Konsumsi obat harus terus dilanjutkan hingga satu tahun, menurut penelitian, setelah 12 bulan barulah efek pengobatan mencapai tingkat sempurna.
(Saat itu barulah gw mulai berani ngeledekin orang botak hehehe)

Oh ya, pengobatan ini hanya untuk Pria, sama sekali tidak boleh dikonsumsi wanita.

Oh ya,

Minoksidil itu dipasaran namanya Regrou, beli yang Forte(5%) harganya sekitar 80rb bisa buat 20an hari.

Finasteride itu dipasaran namanya Propecia (1%), tapi gw blom dapet diapotik manapun jadi gw beli Proscar (5%) lalu dipecah lima.
Harganya 15rb per butir

Saw palmetto itu obat herbal, kadang disebut sebagai Beta-Sitosterol
harganya kita2 2000/butir, cari di suplemen makanan.

Semua obat itu kalo dibeli di guardian atau century, agak sedikit lebih mahal, tapi memang susah dicari di apotik biasa.

Good bye Botak…

Advertisements

Hati Mulia Sindhu

Istriku berkata kepada aku yang sedang baca koran. Berapa lama lagi kamu baca koran itu? Tolong kamu ke sini dan bantu anak perempuanmu tersayang untuk makan. Aku taruh koran dan melihat anak perempuanku satu2nya, namanya Sindu tampak ketakutan, air matanya banjir di depannya ada semangkuk nasi berisi nasi susu asam/yogurt (nasi khas India /curd rice). Sindu anak yang manis dan termasuk pintar dalam usianya yang baru 8 tahun. Dia sangat tidak suka makan curd rice ini. Ibu dan istriku masih kuno, mereka percaya sekali kalau makan curd rice ada “cooling effect”.

Aku mengambil mangkok dan berkata Sindu sayang, demi ayah, maukah kamu makan beberapa sendok curd rice ini? Kalau tidak, nanti ibumu akan teriak2 sama ayah.

Aku bisa merasakan istriku cemberut di belakang punggungku. Tangis Sindu mereda dan ia menghapus air mata dengan tangannya, dan berkata “boleh ayah akan saya makan curd rice ini tidak hanya beberapa sendok tapi semuanya akan saya habiskan, tapi saya akan minta” agak ragu2 sejenak “akan minta sesuatu sama ayah bila habis semua nasinya. Apakah ayah mau berjanji memenuhi permintaan saya?”

Aku menjawab “Oh pasti, sayang.”

Sindu tanya sekali lagi, “Betul nih ayah ?”

“Yah pasti sambil menggenggam tangan anakku yang kemerah mudaan dan lembut sebagai tanda setuju.”

Sindu juga mendesak ibunya untuk janji hal yang sama, istriku menepuk tangan Sindu yang merengek sambil berkata tanpa emosi, janji kata istriku. Aku sedikit khawatir dan berkata: “Sindu jangan minta komputer atau barang2 lain yang mahal yah, karena ayah saat ini tidak punya uang.”

Sindu menjawab : jangan khawatir, Sindu tidak minta barang2 mahal kok. Kemudian Sindu dengan perlahan-lahan dan kelihatannya sangat menderita, dia bertekad menghabiskan semua nasi susu asam itu. Dalam hatiku aku marah sama istri dan ibuku yang memaksa Sindu untuk makan sesuatu yang tidak disukainya.

Setelah Sindu melewati penderitaannya, dia mendekatiku dengan mata penuh harap, dan semua perhatian (aku, istriku dan juga ibuku) tertuju kepadanya. Ternyata Sindu mau kepalanya digundulin/dibotakin pada hari Minggu. Istriku spontan berkata permintaan gila, anak perempuan dibotakin, tidak mungkin. Juga ibuku menggerutu jangan terjadi dalam keluarga kita, dia terlalu banyak nonton TV dan program2 TV itu sudah merusak kebudayaan kita.

Aku coba membujuk: Sindu kenapa kamu tidak minta hal yang lain kami semua akan sedih melihatmu botak. Tapi Sindu tetap dengan pilihannya, tidak ada yah, tak ada keinginan lain, kata Sindu. Aku coba memohon kepada Sindu : tolonglah kenapa kamu tidak mencoba untuk mengerti perasaan kami.

Sindu dengan menangis berkata : ayah sudah melihat bagaimana menderitanya saya menghabiskan nasi susu asam itu dan ayah sudah berjanji untuk memenuhi permintaan saya. Kenapa ayah sekarang mau menarik/menjilat ludah sendiri? Bukankah Ayah sudah mengajarkan pelajaran moral, bahwa kita harus memenuhi janji kita terhadap seseorang apapun yang terjadi seperti Raja Harishchandra (raja India jaman dahulu kala) untuk memenuhi janjinya rela memberikan tahta, harta/kekuasaannya, bahkan nyawa anaknya sendiri.

Sekarang aku memutuskan untuk memenuhi permintaan anakku : janji kita harus ditepati. Secara serentak istri dan ibuku berkata : apakah aku sudah gila? Tidak, jawabku, kalau kita menjilat ludah sendiri, dia tidak akan pernah belajar bagaimana menghargai dirinya sendiri. Sindu, permintaanmu akan kami penuhi. Dengan kepala botak, wajah Sindu nampak bundar dan matanya besar dan bagus.

Hari Senin, aku mengantarnya ke sekolah, sekilas aku melihat Sindu botak berjalan ke kelasnya dan melambaikan tangan kepadaku. Sambil tersenyum aku membalas lambaian tangannya.

Tiba2 seorang anak laki2 keluar dari mobil sambil berteriak : Sindu tolong tunggu saya. Yang mengejutkanku ternyata, kepala anak laki2 itu botak.

Aku berpikir mungkin”botak” model jaman sekarang. Tanpa memperkenalkan dirinya seorang wanita keluar dari mobil dan berkata: “anak anda, Sindu benar2 hebat. Anak laki2 yang jalan bersama-sama dia sekarang, Harish adalah anak saya, dia menderita kanker leukemia.” Wanita itu berhenti sejenak, nangis tersedu-sedu, “bulan lalu Harish tidak masuk sekolah, karena pengobatan chemo therapy kepalanya menjadi botak jadi dia tidak mau pergi ke sekolah takut diejek/dihina oleh teman2 sekelasnya. Nah Minggu lalu Sindu datang ke rumah dan berjanji kepada anak saya untuk mengatasi ejekan yang mungkin terjadi. Hanya saya betul2 tidak menyangka kalau Sindu mau mengorbankan rambutnya yang indah untuk anakku Harish. Tuan dan istri tuan sungguh diberkati Tuhan mempunyai anak perempuan yang berhati mulia.”

Aku berdiri terpaku dan aku menangis, malaikat kecilku, tolong ajarkanku tentang kasih.

TETAP SEMANGAT !!!!